Jumat, 11 Januari 2013

Tulisan ke 12 Mata Kuliah Bahasa Indonesia II (Indonesia Telat Siapkan Wirausaha Teknologi)


Indonesia Telat Siapkan Wirausaha Teknologi

Indonesia terlambat menyiapkan calon wirausaha teknologi. Padahal, potensi Indonesia sangat besar.
Ketua Program Batam Techno Park Tri Novianta Putra mengatakan, Indonesia punya pasar dan sumber daya besar. Namun, sumber daya alam maupun manusia tidak disiapkan jauh-jauh hari.

"Sekarang baru digalakkan pelatihan-pelatihan wirausaha teknologi. Negara lain, sudah mendapatkan hasil dari pelatihan bertahun-tahun lalu," ujarnya, Jumat (23/11/2012) di Batam, Kepulauan Riau.

Padahal, pelatihan calon wirausaha teknologi sampai siap bersaing butuh waktu panjang. Korea Selatan butuh 15 tahun sebelum menghasilkan kemampuan seperti sekarang.

Saat ini, Korsel memproduksi aneka produk teknologi kelas dunia. Selain dibuat pabrikan besar, produksi disokong aneka UKM teknologi di sekitar pabrikan besar. "Di sana, sumber daya manusia tidak hanya diarahkan menjadi pekerja. Mereka menjadi produsen," ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Novi, sudah bagus Indonesia mulai menggalakkan program wirausaha teknologi. Minat anak muda pada teknologi menjadi modal besar untuk program tersebut. Selain itu, Indonesia punya potensi pasar besar untuk aneka produk teknologi.

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/23/12595264/Indonesia.Telat.Siapkan.Wirausaha.Teknologi

Tulisan ke 11 Matakuliah Bahasa Indonesia II (Peluang Bisnis Jasa Penghancur Dokumen)


Peluang Bisnis Jasa Penghancur Dokumen

Para pelaku usaha jasa penghancur kertas memang memberikan layanan gratis. Tapi dari dokumen yang dihancurkan, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang menjanjikan keuntungan besar. Dalam dua tahun, modal sudah bisa kembali.

Meskipun sekarang ini banyak beredar merek mesin pemusnah kertas atau arsip, ternyata laju bisnis jasa pemusnahan arsip tetap berkibar. Maklum, mesin pemusnahan arsip yang ada di pasar memiliki kapasitas pemusnahan terbatas. Jika jumlah dokumen yang dimusnahkan sudah tersimpan lebih dari lima tahun, bisa dibayangkan jumlahnya yang bisa berton-ton. Tak mungkin lagi dihancurkan dengan mesin kertas dengan kapasitas kecil.

Faktor itu pula yang menyebabkan munculnya usaha jasa pemusnahan dokumen. Usaha ini banyak dimanfaatkan oleh instansi yang memiliki dokumen dalam jumlah besar yang perlu dimusnahkan. Misalnya, dokumen di bank, rumah sakit, atau perusahaan manufaktur.

Pemilik CV Meidea Graha di Surabaya, Idea Airlangga, bilang bahwa dengan menggunakan jasa pemusnah arsip, perusahaan lebih diuntungkan ketimbang bila arsip-arsip itu dihancurkan sendiri. “Kalau memakai jasa kami, biayanya bisa gratis. Kalau dimusnahkan sendiri, mungkin biayanya bisa memakan jutaan rupiah,” kata lelaki yang akrab disapa Angga ini. 

Angga memerinci, bila arsip atau dokumen perusahaan yang jumlahnya berton-ton itu dimusnahkan sendiri, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Misalnya, biaya angkut arsip ke lokasi penghancuran, tenaga yang menghancurkan, dan sewa lokasi penghancurannya. “Biasanya, kalau dihancurkan sendiri, pihak perusahaan menghancurkannya dengan cara dibakar. Alhasil, mereka harus mencari lokasi yang benar-benar tepat. Jika tidak, repot dan tentu menyebabkan polusi udara,” kata Angga.

Biaya pemusnahan bisa mencapai lebih dari Rp 5 juta. Sementara itu, apabila diserahkan kepada perusahaan jasa penghancur dokumen, perusahaan terima beres dan tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

Gratis? Iya, benar. Lantas dari mana mereka mendapat untung? Rupanya mereka mengharapkan penghasilan dari penjualan limbah serpihan kertas yang telah dihancurkan. Kertas-kertas yang dihancurkan itu biasanya mereka jual ke pabrik kertas untuk diolah kembali.

Karena itulah, perusahaan-perusahaan semakin membutuhkan jasa pemusnahan dokumen. Tak heran bila klien Angga juga semakin bertambah. Antara lain ada BRI, Bank Mandiri, UOB Buana, Indofood, Kompas Gramedia, beberapa rumah sakit di Jawa Timur, dan PT Ajinomoto Indonesia. “Cakupannya masih di wilayah Jawa Timur,” tutur Angga.

Peluang besar
Pemain lain di usaha ini adalah Petra Winardja. Petra yang menjalankan usaha ini di Bogor mengatakan, pemain di bisnis ini belum begitu banyak. “Jumlah pesaing masih sedikit sehingga peluang mendapat kerja sama dengan perusahaan masih terbuka lebar,” tutur Petra yang baru menjalankan usaha ini sekitar dua tahun lalu ini.

Kini, Petra malah mendapat kontrak berkelanjutan untuk menangani penghancuran dokumen beberapa perusahaan. Tapi, pasokan dokumen yang dihancurkan belum banyak. 

Senada dengan Petra, Angga juga optimistis layanan usaha ini akan semakin diminati pasar. Selain pemainnya yang masih terbatas, kapasitas mesin pemusnahan arsip yang dimiliki pelaku di bisnis juga terbatas. 

Angga mengakui juga bahwa kapasitas mesin yang dimilikinya masih terbatas. Satu orang klien biasanya menyerahkan dokumen seberat 7 ton. Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan 3 klien hingga 4 klien. Biasanya untuk menghancurkan kertas seberat 7 ton butuh waktu sekitar satu minggu. “Pernah juga dapat order 25 ton sekaligus. Bahkan, kalau bank-bank yang order bisa sampai 125 ton hingga 135 ton,” ujar Angga yang mengklaim bahwa pendapatannya cukup fluktuatif.

Angga bilang, selain masalah kapasitas mesin, yang cukup memakan waktu adalah ketika harus memilah-milah jenis kertas yang harus dihancurkan. Petra menambahkan, pekerja harus memilah kertas berdasarkan jenis, ukuran, dan warna. Tiap hari, seorang pekerja bisa memilah 70 kilogram (kg) hingga 80 kg kertas. Tapi, jika dokumen yang diperoleh adalah kertas kecil seperti kertas struk, tiap pekerja cuma bisa memilah 20 kg hingga 50 kg per hari.

Kapasitas mesin pemusnah yang dimiliki Angga sekitar 500 kg atau setengah ton per hari. Maklum, mesin ini hasil desain  dan rakitan sendiri. Belum ada produsen lokal yang menjual  alat ini. Yang ada adalah mesin impor dari Jerman berkapasitas sekitar 1 ton per hari. Tapi, harganya mahal, sekitar Rp 500 juta. Sementara, jika membuat sendiri, biayanya sekitar Rp 25 juta. Mesin itu bisa dibuat di bengkel bubut biasa. 

Meski berkapasitas kecil, Angga bilang justru diuntungkan. Sebab, mesin tersebut bisa mobile. Artinya, si klien tidak perlu repot untuk mengantarkan arsip-arsipnya ke lokasi. “Kami akan datang ke gudang mereka dan akan kami hancurkan ke sana. Lebih praktis. Kalau pakai mesin buatan Jerman yang ukurannya besar, kami tidak bisa mobile dan si klien akan mengeluarkan banyak biaya,” kata Angga. Karena itu pula, layanan jasa yang ditawarkannya ini lebih diminati oleh klien. Sebab klien tidak perlu mengeluarkan biaya. 


Layanan gratis    
Nah, perlu diketahui, tidak semua kertas bisa dihargai mahal di pabrik kertas. Jadi, jenis kertas yang diperoleh sangat berpengaruh terhadap omzet. Nilai jenis kertas putih seperti HVS paling tinggi. Di pasar, harga jualnya Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kg. Sedangkan untuk kertas berwarna, karbon,  dan kertas struk berukuran kecil, harganya hanya mencapai separuh harga kertas HVS.

Petra bercerita, proporsi dokumen yang didapat biasanya kertas HVS 70 persen dan kertas berwarna 30 persen atau malah sebaliknya. Akibatnya, penghasilan yang diperolehnya juga turun naik. Dalam sebulan, Petra bisa memperoleh pasokan normal sebesar tiga ton dokumen per bulan. Tapi, terkadang dia bisa menerima proyek besar. Contohnya, belum lama ini Petra memperoleh order dari toko mebel di Kota Bogor sebanyak 40 ton kertas.

Jika menangani proyek kakap, Petra bisa menikmati pendapatan besar. Namun, syaratnya jenis kertas yang diterima harus baik. Asumsinya, jika dari 40 ton itu dokumen jumlah kertas putih berukuran HVS mencapai 70 persen, pendapatan kotor yang diperoleh pengusaha bisa mencapai Rp 56 juta per proyek. Petra bilang, bisnis ini menjanjikan keuntungan besar asal yang menjalankan mampu memperoleh kerja sama dengan banyak perusahaan untuk penanganan pemusnahan dokumen.

Sementara itu, Angga mengaku dalam sebulan paling tidak minimal bisa mengantongi omzet sekitar Rp 30 juta.  “Dari omzet segitu, saya bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 10 juta,” kata Angga yang baru menjalankan usaha ini sekitar empat tahun. 

Permodalan
Untuk menjalankan usaha ini, Anda tidak perlu membutuhkan keahlian khusus. Yang jelas, Anda perlu memiliki gambaran calon-calon klien yang akan disasar di kota tempat Anda menjalankan usaha. Selain itu, Anda juga harus melakukan survei ke pabrik kertas atau pengepul kertas yang mau menampung hasil kertas yang telah dihancurkan. 

Terkait dengan permodalan, dana paling besar dipakai untuk investasi mesin penghancur. Angga bilang, satu mesin penghancur sederhana yang dibuat di bengkel bubut hanya menghabiskan dana Rp 25 juta. Paling tidak, Anda butuh empat mesin. Anda juga harus memiliki genset penggerak mesin dan mobil pikap untuk mengangkut mesin dan kertas ke lokasi klien.

“Soal penampungan,  kita bisa sewa gudang. Ukuran awal minimal 100 meter persegi. Gudang ini perlu untuk mengantisipasi klien yang tidak memiliki gudang untuk menghancurkan dokumen,” jelas Angga. 

Selain itu, Anda juga harus mengeluarkan modal untuk mengurus legalitas dan perizinan usaha. Nilainya hanya sekitar Rp 2 juta. Paling tidak, modal yang harus Anda siapkan sekitar Rp 200 juta. “Kalau sekarang, modal saya sudah kembali,” kata Angga. 

Terkait dengan tenaga kerja, Anda juga tidak perlu membutuhkan keahlian khusus. Lulusan sekolah menengah atas pun bisa menjadi karyawan. Sebab, operasional bisa ditangani sendiri, karyawan dibutuhkan untuk eksekusi lapangan saja. Angga bilang, di Jawa Timur, upah karyawannya per hari Rp 50.000. “Saat ini saya memiliki 10 pekerja tetap,” katanya.

Selain untuk membayar tenaga kerja, setiap bulan Anda juga harus mengeluarkan dana untuk membeli kemasan berupa karung atau kotak kayu untuk mengemas dokumen-dokumen yang sudah dihancurkan. Anda juga harus menyisihkan duit untuk membeli bensin sebagai bahan bakar genset maupun untuk keperluan transportasi. “Kebetulan saya mendapatkan sewa gudang murah, cuma Rp 25 juta per tahun. Gudang harus jauh dari pemukiman warga supaya tidak mengganggu mereka,” kata Angga.

Menurut Petra, lokasi usaha juga mempengaruhi jumlah pasokan. Semakin dekat lokasi usaha dengan kawasan perkantoran atau industri, potensi pasokan dokumen makin besar. Alasannya, kebanyakan perusahaan pengguna jasa penghancur kertas ingin menyaksikan secara langsung proses pemusnahan dokumen. Tujuannya untuk memastikan kerahasiaan perusahaan yang ada dalam dokumen tetap terjamin. Jika lokasi penghancuran semakin dekat, klien makin percaya dengan jasa yang ditawarkan lantaran lebih mudah dipantau. 

Sumber: 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/13/10400119/Peluang.Bisnis.Jasa.Penghancur.Dokumen

Kamis, 10 Januari 2013

Tulisan Ke10 Mata Kuliah Bahasa Indonesia (Prospek Regulator Sistem Pembayaran 2013)


Prospek Regulator Sistem Pembayaran 2013

Ketegasan Presiden Barack Obama mengatur sistem keuangan di Amerika Serikat (AS) dalam rangka menjamin sistem pembayaran yang efisien menjadi salah satu faktor penentu terpilihnya kembali Obama menjadi presiden AS untuk periode kedua.

Obama menghukum UBS yang merekayasa LIBOR sebesar USD1,2 miliar tanpa ampun. Obama telah memperlihatkan kepada masyarakat AS bahwa mengatur industri keuangan hukumnya wajib dalam rangka menjamin sistem pembayaran. Pesaing Obama yang juga pemain dalam Wall Street, Mitt Romney, dibuat tak berkutik sekalipun para juragan Wall Street mengerahkan dana dukungan yang luar biasa kepada Romney.

Rakyat AS secara cerdas telah memilih Obama karena sistem pembayaran menjadi semakin baik di tangan Obama. Kerja sama yang baik antara pemerintahan Obama dengan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke telah membuahkan hasil yang sangat luar biasa dalam mendukung terciptanya regulator sistem pembayaran yang andal. Langkah bank sentral dengan mengucurkan bantuan bagi pembiayaan sektor perumahan sebesar USD85 miliar sebulan telah terbukti membuat sistem pembayaran kembali pulih.

*** Pada hakikatnya regulator sistem pembayaran di AS adalah bank sentral. Namun tanpa dukungan Pemerintah AS, daya dukung sistem pembayaran dalam menopang aktivitas ekonomi di AS dan negara lain tidak akan sebesar saat ini. Peran penting regulator sistem pembayaran ini adalah dalam membentuk sistem pembayaran yang tidak dipengaruhi kekuatan politik mana pun dengan kata lain sistem ini dibentuk secara objektif. Peran bank sentral yang bukan hanya berfungsi untuk mengelola inflasi, tetapi juga menurunkan pengangguran layak menjadi acungan jempol bagi kita semua.

Dengan kata lain bank sentral AS sesungguhnya menjalankan peran seperti yang diharapkan konstitusi kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, dari Bank Indonesia. Bahkan baru-baru ini bank sentral AS yang merupakan regulator sistem pembayaran dengan lantang menetapkan target inflasi sebesar 2,5 persen dan angka pengangguran sebesar 6,5 persen sebagai acuan kebijakan moneter.

AS yang oleh banyak pengamat di Indonesia dikatakan sebagai negara yang menganut asas ekonomi neoliberalisme justru terbukti menjalankan semangat sosialis seperti yang tercantum dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Sementara Bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia justru menjadi bank yang berasas neoliberalisme di mana tugas bank sentral semata-mata hanya menjaga inflasi, dengan kata lain bank sentral merupakan bank yang independen atau bank berasas neoliberalisme. Bukan hanya itu, sistem pembayaran di AS juga bertujuan untuk menciptakan kapasitas dari pengeluaran pemerintah yang sebesar mungkin sehingga rasio pengeluaran Pemerintah AS terhadap produk domestik bruto (PDB) juga jauh lebih besar ketimbang rasio yang sama di Indonesia. Artinya sistem pembayaran di AS menciptakan regulator yang tidak berasas neoliberalime. Berbeda dengan di Indonesia di mana pengeluaran negara terhadap PDB menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan AS.

*** Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, seharusnya regulator sistem pembayaran di Indonesia berjiwa sosialis seperti yang juga berlaku di AS. Konflik fiscal cliff di AS juga semakin membuktikan bahwa kedua partai politik di AS, yaitu Partai Republik dan Partai Demokrat, juga beraliran sosialis dalam konteks sistem pembayaran di mana kedua partai itu sama-sama tidak berkeinginan untuk mengurangi pengeluaran pemerintah mereka.

Kedua partai itu sadar bahwa sistem pembayaran yang sehat hanya akan tercipta jika regulator pembayaran, yaitu bank sentral, tidak bersifat independen dalam konteks menjadi perpanjangan tangan ideologi neoliberalisme. Regulator sistem pembayaran tidak harus sejalan dengan asas ideologi sistem perekonomian suatu negara. Jika demikian, hal itu akan berpotensi terjadi gangguan pembangunan yang serius. Misalnya yang terjadi pada pembangunan ekonomi di Uni Eropa barubaru ini.

Uni Eropa yang cenderung merupakan negara sosialis justru menggunakan regulator sistem pembayaran yang neoliberal, yaitu bank sentral yang independen yang tidak peduli terhadap penciptaan lapangan kerja. Hasilnya bank sentral Uni Eropa pada akhirnya juga membeli obligasi pemerintah semenjak Draghi menjadi gubernurnya.

Sebelumnya regulator sistem pembayaran sangat anti dalam membeli obligasi pemerintah. Ini memperlihatkan bahwa bank sentral yang independen tidak akan mampu menjadi regulator sistem pembayaran yang menjamin pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Sudah saatnya bank sentral di seluruh dunia belajar dari krisis yang terjadi saat ini untuk mau bertanggung jawab bukan hanya dalam mengelola inflasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Regulator sistem pembayaran harus dilepas dari bank sentral yang hanya fokus terhadap pengelolaan inflasi, sebab regulator akan kehilangan daya dukungnya ketika perekonomian terjerembab dalam krisis keuangan yang dahsyat!

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2013/01/04/279/741211/prospek-regulator-sistem-pembayaran-2013

Tulisan Ke 9 Mata Kuliah Bahasa Indonesia II (Membuat Gebrakan Resolusi Keuangan)


Membuat Gebrakan Resolusi Keuangan

Tahun baru, semangat baru sudah tentu resolusi keuangan baru donk. Tapi sebelum kita buat resolusi baru, ada baiknya kita harus cek lagi apa yang sudah kita lakukan ditahun 2011 kemarin, apakah bagus atau jelek dan perbaikan apa yang bisa kita lakukan untuk tahun kedepannya.

Yang harus selalu dilakukan dan di cek kembali adalah apakah di tahun 2011 kemarin kita membuat atau menambah utang baru? Khususnya utang kartu kredit. Karena balik lagi, selama utang tersebut produktif tidak terlalu menjadi masalah, kecuali kita kewalahan bayar cicilannya. Tapi kalau utangnya konsumtif seperti utang kartu kredit, harus segera dilunasi. Percuma capek-capek kita nambung dengan bunga 2-3% atau deposito bunga 6% pertahun atau investasi ke reksadana dengan potensi hasil investasi antara 10%-25% per tahun, kalau tetap saja kita harus bayar bunga kartu kredit kita yang 4% per bulan alias 48% per tahun. Return 25% per tahun tidak ada artinya dibandingkan bunga yang 48% per tahun.

Jangan lupa juga untuk mengecek dana darurat kita apakah terpakai atau tidak. Kalau kira-kira terlanjur terpakai untuk kondisi darurat ditahun 2011 kemarin, otomatis kita juga harus mencicil kembali dana darurat tersebut agar mendapatkan nominal yang seharusnya sesuai dengan kebutuhan keuangan kita. 

Selalu pastikan juga agar asuransi kita sudah dalam kondisi baik dan premi terbayar. Ada beberapa jenis asuransi yang harus kita miliki, antara lain asuransi aset, asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Asuransi aset berhubungan dengan aset yang kita miliki seperti rumah tinggal dan kendaraan. Dalam kondisi seperti saat ini dimana musim hujannya agak lumayan dan bisa hujan hampir setiap hari, berarti ada resiko terjadi banjir. Pastikan asuransi rumah kita tercover untuk resiko kebanjiran ini. Dengan hujan dan banjir akan banyak juga penyakit berdatangan yang biasanya berhubungan dengan penyakit perut. Cek kembali apakah asuransi dari kantor sudah cukup atau kalau tidak cukup pastikan asuransi tambahan anda juga cukup untuk meng-cover apabila anda atau anggota keluarga sampai ada yang harus dirawat dirumah sakit. Demikian juga dengan asuransi jiwa yang harus dihitung kebutuhannya setiap tahun.

Berikutnya yang harus dicek adalah investasi kita di tahun 2011 kemarin. Karena kondisi yang tidak stabil di Eropa di tahun 2011, pasar keuangan dan bursa turun cukup banyak. Banyak hal yang kita bisa jadikan pelajaran dari kondisi kemarin. Yang harus kita cek sebagai bahan untuk evaluasi adalah apakah disaat bursa turun, investasi kita sudah ter-diversifikasi dengan baik? Adakah produk investasi kita yang bisa menahan penurunan kemarin? Contoh produk keuangan yang naik adalah emas logam mulia.

Salah satu yang juga penting adalah kita mengecek tujuan keuangan jangka panjang. Mengapa demikian? Karenanya masih tujuan jangka panjang maka biayanya akan mahal karena faktor inflasi, contohnya dana pensiun. Keuntungan mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang adalah karena investasinya juga masih lama sekali, maka investasi yang dilakukan dari sekarang tidak terlalu besar.

Tidak kalah penting adalah untuk selalu meng-update surat wasiat dan membuat perencanaan waris. Banyak perencana keuangan yang hanya membahas Cash Flow, Utang, Tujuan Keuangan dll tapi tidak pernah memberikan solusi perencanaan waris yang benar. Padahal salah satu hal terpenting dalam mengurus perencanaan keuangan yang baik dan benar adalah dengan membuat perencanaan waris dan wasiat. Dengan menabung dan berinvestasi secara rutin setiap bulan, seiring dengan bertambahnya aset maupun utang maka ada baiknya kita mulai memikirkan bagaimana tanggung jawab hukum dan pembagian harta apabila kita sudah tidak ada nanti. Apakah anak-anak kita sudah cukup dewasa dan cakap secara hukum sehingga bisa menerima harta waris tersebut? Apabila belum cakap hukum apakah akan ada wali yang ditunjuk? Apakah kita sudah nyaman dengan wali tersebut? Apabila belum, berarti ditahun 2012 ini sudah waktunya anda mempersiapkan perencanaan waris dan membuat surat wasiat.

Terakhir, tidak ada salahnya untuk dilakukan adalah membuat tambahan dicicilan utang bulanan kita. Ingat semakin lebih besar kita membayar cicilan dari yang seharusnya, maka akan semakin kecil utang pokok kita. Perhitungan bunga (efektif) akan menghitung besaran bunga dari saldo sisa utang pokoknya. Otomatis perlahan-lahan dan sedikit-sedikit jumlah bunga yang kita bayar akan lebih sedikit.

Sumber: 
http://finance.detik.com/read/2012/01/18/075205/1818377/722/membuat-gebrakan-resolusi-keuangan?

Tulisan ke 8 Mata Kuliah Bahasa Indonesia II (Cari Modal Usaha Harus ke Mana?)


Cari Modal Usaha Harus ke Mana?

Ketika berpikir untuk membuat sebuah usaha, perlu dipertimbangkan ide usaha, skala usaha, kompetisi, permintaan pasar, tenaga kerja, serta yang paling penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan modal usaha beserta sumbernya. Modal bagaikan fondasi awal sebuah usaha yang akan dibangun. 

Tetapi perlu diingat modal usaha bukan hanya sekedar uang atau aset, tetapi juga bisa dalam wujud pengetahuan terhadap usaha tersebut, pengalaman, keberanian, serta networking. Namun dari beberapa modal yang disebutkan di atas, kebanyakan calon pengusaha menemui kendala besar dalam mendapatkan modal berupa uang atau aset.

Oleh karena itu, pertanyaannya adalah bagaimana cara memperoleh modal usaha untuk Anda yang hendak memulai bisnis skala mikro, kecil maupun menengah. Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mendapatkan dana usaha, di antaranya:

1. Dana sendiri
Anda dapat memperoleh modal usaha dengan menggunakan dana Anda sendiri. Misalnya dengan menggunakan dana simpanan yang sudah Anda tabung selama ini. Jika belum cukup, maka Anda juga bisa menutupi kekurangan dana tersebut dengan menjual sebagian aset berharga yang Anda miliki saat ini misalnya Logam Mulia atau perhiasan. Tidak ada salahnya sedikit berkorban untuk kesuksesan bisnis, anggap saja Anda sedang berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar setelah usaha Anda berhasil berjalan nanti. Ingat, berusaha juga masuk kategori ber investasi, yaitu anda menginvestasikan dana anda pada usaha anda sendiri.


2. Mencari Dana Hibah Perusahaan
Modal juga dapat diperoleh dari dana hibah perusahaan, baik perusahaan pemerintah maupun swasta. Saat ini perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki budget atau anggaran tersendiri untuk membantu membangun perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan maupun masyarakat umum dengan menyalurkan dana modal usaha melalui Divisi CSR (Corporate Social Responsibility). 
Untuk teknis penyaluran dana biasanya dalam bentuk event competition. Oleh karena itu, event tersebut merupakan peluang bagi para calon pengusaha untuk mendapatkan tambahan dana bagi kelangsungan usaha Anda.

3. Menjalin kerjasama
Jika Anda memiliki teman atau saudara yang memiliki minat yang sama dan hendak menjadikan hal tersebut sebagai bisnis, cara ini dapat dijadikan pilihan. Rekan bisnis tersebut bisa jadi hanya memberikan bantuan berupa modal, atau bisa jadi membantu juga dapat operasional bisnis sehari-hari. Anda juga harus menyepakati hal-hal seperti pembagian hasil agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Kesepakatan itu perlu dibuat perjanjian tertulis untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu di kemudian hari.

4. Mencari Investor
Hampir sama dengan menjalin kerjasama, cara ini juga membantu kita mendapatkan dana dari pihak ketiga. Bedanya, investor biasanya hanya memberikan modal berupa dana tanpa ikut terjun langsung dalam operasional. Hal lain sama seperti cara di atas, hal-hal seperti pembagian hasil atau kesepakatan lain harus dibuat berupa perjanjian tertulis agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan bila terjadi sesuatu di kemudian hari.

5. Mengajukan Pinjaman Modal Usaha ke Bank
Anda juga dapat mengajukan permohonan pinjaman modal usaha ke Bank. Sebelum pengajuan ini tidak jarang pihak Bank ingin mengetahui profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study. Bisnis atau anda akan dilihat apakah Bankable atau tidak. Andapun harus membayar bunga pinjaman yang besarannya bervariasi antara 8% sampai dengan 15% per tahun. Dalam tahap awal membangun bisnis biasanya Bank jarang ada yang memberikan pinjaman kepada usaha anda, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.

6. Mengajukan Pinjaman Modal Usaha ke Koperasi
Apabila mengajukan pinjaman ke Bank cukup sulit dengan persyaratan yang sangat ketat, maka alternatif anda bisa mengajukan pinjaman melalui Koperasi terutama Koperasi Simpan Pinjam. Mirip seperti pengajuan pinjaman ke Bank, Koperasi juga mensyaratkan profil usaha, Feasibility Study dan business plan anda.  Adapun untuk bunga pinjaman bisa saja lebih tinggi dari bunga pinjaman Bank. Apabila dirasa keuntungan yang akan anda hasilkan cukup tinggi dan mampu menutupi biaya bunga pinjaman tersebut, Koperasi layak dijadikan salah satu alternatif. Dalam pengajuan permohonan modal usaha ke pihak ketiga, kami sarankan agar Anda menyiapkan profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa investor atau perusahaan meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study yang bertujuan untuk menilai kelayakan implementasi sebuah bisnis dilihat dari sisi Keuntungan Finansial (Financial Benefit), Keuntungan Secara Makro Ekonomi (Macro Economy Benefit), serta Keuntungan Sosial (Social Benefit) yang diterima masyarakat berkaitan dengan usaha yang akan Anda bentuk. 

Nah, sudah mengerti dan tidak susah kan? Ingat, Selalu ada jalan jika Anda berani mencoba segala peluang yang ada.

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/09/11/112650/2014504/722/2/cari-modal-usaha-harus-ke-mana#bigpic

Tulisan Ke 7 Mata Kuliah Bahasa Indoneseia II (7 Alasan Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan )


7 Alasan Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan

Pada 20-30 tahun lalu, masa-masa orang tua kita masih membiayai hidup kita, belum ada yang namanya profesi Financial Planner atau Perencana Keuangan di Indonesia. Tapi 10 tahun belakangan ini profesi ini sudah banyak bermunculan di Indonesia. Dengan berkembangnya gaya hidup yang semakin konsumtif, naiknya inflasi yang membuat kebutuhan hidup dimasa yang akan datang semkin mahal, banyaknya produk-produk investasi yang ditawarkan, dan semakin sadarnya masyarakat akan kesejahteraan hidupnya. 

Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan :

1. Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari risiko keuangan

Dalam siklus hidup tentunya ada masa-masa naik dan turunnya tingkat kehidupan , dan tidak dapat dipungkiri, dimanapun situasi kehidupan kita, pastinya berhubungan dengan uang. Naik turunnya situasi keuangan masih dapat diatasi dengan bantuan seorang profesional. Apa saja masalah-masalah penting dan darurat yang berhubungan dengan keuangan, contohnya adalah : kehilangan pekerjaan, sakit keras, kecelakaan yang menyebabkan cacat, dan kematian kepala keluarga sebagai sumber pendapatan.

2. Untuk melunasi utang

Memang sangat baik jika kita sudah memiliki investasi, baik investasi pada pasar modal, properti, bisnis maupun barang-barang berharga. Namun masih banyak diantara kita yang juga memiliki hutang yang besar, terutama hutang konsumtif. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dicari jalan keluarnya. Sangatlah tidak tepat jika setiap bulan berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan aset namun juga menumpuk hutang yang bunganya lebih tinggi dari hasil investasi kita.
Oleh karena itu, menyelesaikan hutang adalah hal yang paling penting didalam sebuah Perencanaan Keuangan yang kita miliki.


3. Untuk biaya membesarkan anak-anak

Setiap orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu porsi yang cukup besar didalam anggaran rumah tangga adalah biaya untuk membesarkan anak-anak yang dapat berlangsung sekitar 20-25 tahun sebelum anak-anak kita dapat membiayai dirinya sendiri. Biaya ini meliputi sejak anak lahir, hingga biaya pernikahan, namun biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan sejak memasuki persiapan sekolah (pre-school) hingga perguruan tinggi. Sebagai ilustrasi, jika biaya kuliah saat ini adalah Rp 50 juta, dengan adanya inflasi maka, dalam 15 tahun biaya tersebut menjadi sekitar Rp 770 juta.

4. Untuk pembelian aset, dari kendaraan hingga rumah

Rumah adalah aset utama yang harus dimiliki oleh seseorang, selain untuk digunakan sebagai tempat tinggal, rumah juga mnjadi sebuat aset yang nilainya bertambah dari waktu kewaktu. Aset kedua yang harus dimiliki adalah kendaraan. Umur kendaraan yang nyaman adalah 5 tahun. Jadi layaknya, setiap 5 tahun kita perlu mengganti kendaraan kita. 

Namun tidak semua orang, walaupun sudah memiliki pekerjaan, mampu untuk membeli rumah dan kendaraan karena gaji yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari sehingga dari tahun ke tahun uang tidak pernah cukup untuk membeli aset.Oleh karena itu diperlukan suatu solusi agar keinginan untuk membeli aset aset dapat tercapai.

5. Untuk membiayai pembelian polis asuransi

Semua aset yang sudah kita kumpulkan adalah untuk memenuhi segala kebutuhan kehidupan keluarga, namun bayangkan jika suatu saat terjadi kecelakaan, sakit atau meninggal, sehingga tidak dapat lagi kita membiayai keluarga kita.Untuk melindungi nilai ekonomis seseorang yang menjadi sumber pendapatan keluarga adalah dengan asuransi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah asuransi yang kita miliki nilainya sudah cukup untuk membiayai kehidupan hingga masa depan keluarga yang ditinggalkan dapat terjamin. Berapa sebenarnya nilai asuransi yang harus dimiliki? Apa saja benefit dari asuransi kesehatan yang kita miliki? 

6. Untuk bisa menikmati pensiun dengan taraf hidup yang nyaman

Pensiun adalah saatnya kita menikmati masa istirahat dari pekerjaan. Tentunya kita ingin menikmati dengan taraf hidup yang nyaman. Namun dari mana kita bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai pensiun seperti yang kita inginkan?. Sudah bukan saatnya pada saat pensiun, justru kita masih harus mencari pekerjaan untuk membiayai hidup kita. Bukan hal yang tepat juga jika kita harus bergantung biaya ke anak-anak kita yang mungkin masih memerlukan biaya-biaya untuk kehidupannya sendiri bahkan untuk keluarganya.Sebagai ilustrasi, jika saat ini umur kita 45 tahun dengan biaya hidup kita adalah Rp 15 juta, maka pada saat kita pensiun diumur 55 tahun maka kita membutuhkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk dapat menikmati pensiun selama 20 tahun.

7. Untuk mewariskan kekayaan kita kepada anak-anak

Jika kita sudah memiliki Perencanaan Keuangan maka segala aset dan kekayaan kita sudah tertata untuk setiap tujuan. Pada akhirnya, jika kita berumur panjang dan memasuki usia pensiun, segala kekayaan yang kita miliki dapat kita wariskan kepada anak-anak. Oleh karena itu menyiapkan wasiat juga menjadi bagian dari sebuah Perencaan, agar generasi berikutnya dapat menikmati dan memelihara kekayaan yang kita wariskan.

Kapan saat yang tepat untuk memulai Perencanaan? Semakin dini memulai sebuah Perencanaan, akan semakin baik, terutama pada saat usia masih produktif. Dengan demikian kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dengan jangka waktu investasi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/01/24/095642/1822850/722/7-alasan-mengapa-kita-butuh-perencanaan-keuangan?

Tulisan ke 6 Mata Kuliah Bahasa Indonesia II (5 Kunci Membangun Bisnis Kuliner)


5 Kunci Membangun Bisnis Kuliner

Menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Selain passion, Anda juga butuh ketekunan dan keuletan untuk sukses. “Dari sekian banyak usaha yang ada, ternyata banyak orang melirik bisnis kuliner karena dianggap lebih mudah dijalankan daripada bisnis lain,” tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang dalam acara talkshow mengenai kiat mengatasi persaingan bisnis di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Salah besar jika Anda menganggap bisnis kuliner lebih mudah daripada bisnis lainnya, karena bisnis kuliner justru membutuhkan kreativitas, penanganan, dan risiko yang lebih besar. Namun, Ali Bagus memiliki beberapa tips teknis yang digunakannya untuk mulai menjalankan bisnis kuliner.

1. Pemilihan lokasi
Ketika memilih lokasi usaha, pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa pasar Anda, dan strategis. “Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang terjual,” jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang diminati.

2. Pemasaran
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Ali menyarankan untuk memerhatikan target pasar sebelum berpromosi, karena beda target market-nya maka metode promosi yang dijalankan juga akan berbeda.

“Misalnya, penyebaran pamflet atau flyer tidak akan efektif ketika sasaran bisnis Anda adalah kalangan menengah ke atas, karena pamflet hanya akan dianggap seperti sampah kertas lainnya,” sarannya.

Ketika menyasar pasar high-class, maka spanduk merupakan cara yang paling efektif. Sedangkan untuk menyasar kalangan menengah ke bawah, flyer atau pamflet akan lebih baik.

3. Produksi
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas. Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku, penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.

“Sudah seharusnya jika kualitas makanan harus selalu dijaga secara konsisten, dan sama enaknya dari hari ke hari,” tambah Ali. Selain itu, jika sudah memiliki cabang usaha, kualitas dan rasa makanan yang ada di setiap cabang juga harus selalu dijaga.

Di samping itu, cost control juga harus dijaga. Ali menyarankan untuk menghindari pemasangan harga jual yang fluktuatif dari hari ke hari. “Harga yang tidak konsisten atau berbeda di setiap cabang akan membuat pelanggan enggan untuk makan lagi,” katanya.

4. SDM
Sekalipun Anda pemilik usaha, hindari sikap bossy atau bertindak seenaknya. Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan, karena itu tak ada salahnya untuk memberi perhatian lebih kepada mereka. “Berikan payroll yang layak bagi mereka, selain itu juga kenyamanan dan jenjang karier yang jelas bagi mereka,” saran Ali. Peluang semacam ini akan membantu memompa semangat mereka untuk selalu giat bekerja dan mendatangkan keuntungan bagi usaha Anda.

Namun, sebagai bos Anda juga wajib menerapkan berbagai peraturan perusahaan, dan membangun kedisiplinan lingkungan kerja agar karyawan juga tidak bertindak seenaknya.

5. Keuangan
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak ada uang yang “hilang” sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. “Ini juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan balik modal,” tukasnya.

Selain itu, sekalipun sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati hasilnya dengan cara yang konsumtif. Ali menyarankan untuk selalu berpikir tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka cabang baru.

Sumber: 
http://www.tdadepok.com/5-kunci-membangun-bisnis-kuliner